Lantik Pamong Praja Muda, Presiden Minta Jangan Diskriminasi Pelayanan

_dsc9286

GARUT– Presiden RI, Joko Widodo  melantik 2014 pamong praja muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan XXIV di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (8/8/2017). Ribuan pamong praja muda yang dilantik itu,  sebelumnya mereka melaksanakan upacara wisuda yang terdiri atas 1.797 orang wisudawan D-IV, 217 orang wisudawan S-1, 155 orang wisudawan S-2, 10 orang wisudawan S-3. Turut menjadi peserta wisuda yakni 30 orang wisudawan profesi kepamongprajaan, Selasa (8/8/017).

Dansatgas Pamwil VVIP Kolonel Inf Joko Hadi Susilo, S.I.P menggelar Pengamanan jelang kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke kampus Pelopor Revolusi Mental Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, sejumlah 1.147 personil TNI disiagakan baik itu tertutup maupun terbuka dalam pengamanan RI-1 dari mulai Bandara Lanud Husen sampai dengan ke lokasi tujuan kampus IPDN Jatinangor dibantu dari unsur POLRI _dsc9275berjumlah 1.000 personel.

Presiden berharap, pamong praja muda harus merajut persatuan Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika,serta memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat. “Jangan diskriminasi dalam pelayanan. Jangan membeda-bedakan pelayanan karena warna kulit maupun daerah asal. Itu dalam upaya menciptakan kerukunan sosial. Berikan bakti terbaik pada nusa dan bangsa,” ungkapnya.

Saat melantik pamong praja muda itu, Jokowi turut didampingi Menteri Dalam Negeri RI, Tjahjo Kumolo, Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan dan sejumlah pejabat lainnya. Ribuan orang tua pamong praja muda juga turut hadir sebagai tamu undangan. (Penrem 062/Tn)